Minggu, 09 Juni 2019

INILAH SATU-SATUNYA JALAN KEBENARAN DAN HIDAYAH.

(MANHAJ SALAF - MANHAJ ILMIAH) : INILAH SATU-SATUNYA JALAN KEBENARAN DAN HIDAYAH.

Tidakkah Anda mengingat sabda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam:

كلّ الناسِ يغدو؛ فبائعٌ نَفسَه فمُعتِقها أو موبِقها

“Setiap hari semua orang melakukan perjalanan hidupnya, keluar mempertaruhkan dirinya! Ada yang membebaskan dirinya dan ada pula yang mencelakakannya!.”
(Hadits Riwayat Imam Muslim)

Dulu engkau adalah orang awam, dulu engkau adalah pendosa, dulu engkau mungkin adalah termasuk salah satu orang yang membenci dakwah salafiyah. Dan keadaan ini sama seperti keadaan para sahabat sebelum hijrah dan sebelum masuk islam, mereka berada diatas kesesatan yang mereka anggap diatas kebenaran. Tetapi setelah mereka (sahabat) mengenal islam yang di dakwahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mereka sangat bersemangat mengikuti dan membela dakwah nabi dengan seluruh jiwa dan raga mereka, radhiyallahu 'anhum ajma'in.
---
Jadi, Setelah engkau tau dan faham apa itu iman dan islam dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dan dari astar-astar para sahabat masihkah engkau berani mengatakan bahwa dakwah salafiyah itu ekstrimis, sesat, memecah belah ummat..?

Mengikuti dan membela dakwah salafiyah justru mengembalikan manusia yang sesat, dan tujuannya menyatukan ummat diatas jalan dakwah menyeru kepada Allah dan rasulNya dengan baik dan benar.

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’  kemudian beliau membaca,

{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

Allah ta'ala berfirman:

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."
(Surat At-Taubah Ayat 100)

Allah berfirman di dalam Al-Quran, tentang apa fungsi perintah dan larangan rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam?

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” [An-Nisaa`:80]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan hadits didasari dengan kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan hadits dengan benar. (Artikel muslimah.or.id)

Wallahu a'lam...
Semoga bermanfaat

#Al-Hidayah

Penulis: Hendra Ibni Bahrayni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar