E-Book Sirah Sahabat Radhiyallahu 'Anhum ajma'in
📝 Judul: Sahabat-sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (jilid 1 sampai jilid 4)
.
Link download:
.
Jilid 1 : https://jmp.sh/v/CMi0ssv66gcqcAaqXBys
.
Jilid 2 : https://jmp.sh/v/tZeGNdjbN90DtHSUHZ28
.
Jilid 3 : https://jmp.sh/v/HwpLOzzsRUK42XpXzSYQ
.
Jilid 4 : https://jmp.sh/v/mASpCUn6Tgp7rTzmGUo6
.
Mengetahui dan memahami Sirah sahabat ini sangat penting bagi seorang muslim atau seorang muslimah, karena di dalam surat At-Taubah [9] ayat 100 Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman,
.
وَالسّٰبِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهٰجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسٰنٍ رَّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
.
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar *da orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."
.
Syarah singkat
.
Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)
.
100. وَالسّٰبِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهٰجِرِينَ وَالْأَنصَارِ
.
(Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar) Ini merupakan kesaksian dari Allah bagi orang-orang yang pertama-tama masuk islam dari kalangan sahabat Nabi, dan kabar gembira bagi mereka berupa surga dan kemenangan di akhirat. Dan ini juga merupakan kabar gembira bagi orang yang manempuh jalan mereka (yakni jalan/manhaj/metode/cara beragama) para sahabat) dan menjadikan mereka sebagai panutan dan teladan.
.
Referensi: https://tafsirweb.com/3116-surat-at-taubah-ayat-100.html
.
Penyusun: Ibnbahrayni.blogspot.com
.
♻ Silahkan disebarluaskan
Rabu, 24 Juli 2019
MENCATAT MERUPAKAN ADAB DALAM MENUNTUT ILMU.
📌 https://t.me/rodjaofficial/253
Salah satu adab terpenting dalam menuntut ilmu adalah mencatat. Ini merupakan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya”
Secara umum, adab terbagi menjadi tiga macam. Pertama, adab kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kedua, adab kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketiga, adab kepada sesama makhluk.
dengan mencatat ilmu akan lebih terikat dan lebih mudah untuk dipahami serta memudahkan para penuntut ilmu untuk mengulang kembali catatan-catatan yang telah ditulisnya.
Senin, 22 Juli 2019
SEMUA BID'AH ADALAH SESAT
▶️ *Semu Bid’ah Adalah Sesat.
※ Semua bid’ah secara istilah, sebagaimana definisi di atas adalah sesat.
Sabda Rasulullah [ﷺ]:
{ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثاَتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }
“Dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan karena setiap bid’ah adalah sesat.” [HR Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah]
Dalam hadits Jabir dinyatakan bahwa Nabi selalu mengulang-ulang ucapan semacam itu pada permulaan-permulaan khutbah beliau baik pada saat Khutbah Jumat atau di waktu lain
❏ Ucapan para Sahabat Nabi:
Ibnu Mas’ud –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ اتبَّعِوُا وَلاَ تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }
“Ikutilah (Sunnah Nabi) janganlah melakukan bid’ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan seluruh bid’ah adalah sesat.” [Diriwayatkan oleh Abu Khoytsam dalam Kitabul Ilm dan Muhammad bin Nashr alMarwazy dalam as-Sunnah]
{ الْإِقْتِصَادُ فِي السُّنَّةِ أَحْسَنُ مِنَ الْاِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ }
“Sederhana di dalam Sunnah lebih baik dibandingkan bersungguh-sungguh di dalam bid’ah.” [Riwayat al-Hakim][¹]
Ibnu Umar –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ كلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً }
“Semua bid’ah adalah sesat sekalipun manusia memandangnya baik.” [Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam al-Madkhal dan Muhammad bin Nashr al-Marwazy dalam as-Sunnah]
Muadz bin Jabal –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ فَإِياَّكُمْ وَمَا يُبْتَدَعُ فَإِنَّ مَا ابْتُدِعَ ضَلَالَة }
“Berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena perkara yang diada-adakan (dalam Dien) adalah sesat.” [Hilyatul Awliyaa’, 1/233]
Ibnu Abbas –semoga Allah meridlainya- berkata:
“Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah dan istiqamah, ikutilah (Sunnah Nabi) jangan berbuat kebid’ahan.” [Diriwayatkan oleh ad-Daarimi]
Hudzaifah bin al-Yaman –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فَإِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ }
“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para Sahabat Rasulullah [ﷺ], janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai para pembaca al-Qur’an (orang-orang alim dan yang suka beribadah) dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah]
📚[Disalin dari Draft Buku “40 Hadits Pegangan Hidup Muslim (Syarh Arbain an-Nawawiyah)”]
—(▴) Catatan: (▴)—
[¹] Maksudnya, sedikit amalan namun di atas Sunnah (sesuai bimbingan Nabi) lebih baik dibandingkan banyak beramal dan bersungguh-sungguh, namun di atas kebid’ahan.
Url: http://bit.ly/Fw401110 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber: Salafy•Or•Id { http://bit.ly/2JGTfRQ } - Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
═══
♻ Silakan disebarluaskan
※ Semua bid’ah secara istilah, sebagaimana definisi di atas adalah sesat.
Sabda Rasulullah [ﷺ]:
{ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثاَتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }
“Dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan karena setiap bid’ah adalah sesat.” [HR Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah]
Dalam hadits Jabir dinyatakan bahwa Nabi selalu mengulang-ulang ucapan semacam itu pada permulaan-permulaan khutbah beliau baik pada saat Khutbah Jumat atau di waktu lain
❏ Ucapan para Sahabat Nabi:
Ibnu Mas’ud –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ اتبَّعِوُا وَلاَ تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ }
“Ikutilah (Sunnah Nabi) janganlah melakukan bid’ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan seluruh bid’ah adalah sesat.” [Diriwayatkan oleh Abu Khoytsam dalam Kitabul Ilm dan Muhammad bin Nashr alMarwazy dalam as-Sunnah]
{ الْإِقْتِصَادُ فِي السُّنَّةِ أَحْسَنُ مِنَ الْاِجْتِهَادِ فِي الْبِدْعَةِ }
“Sederhana di dalam Sunnah lebih baik dibandingkan bersungguh-sungguh di dalam bid’ah.” [Riwayat al-Hakim][¹]
Ibnu Umar –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ كلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً }
“Semua bid’ah adalah sesat sekalipun manusia memandangnya baik.” [Diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam al-Madkhal dan Muhammad bin Nashr al-Marwazy dalam as-Sunnah]
Muadz bin Jabal –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ فَإِياَّكُمْ وَمَا يُبْتَدَعُ فَإِنَّ مَا ابْتُدِعَ ضَلَالَة }
“Berhati-hatilah kalian dari perkara yang diada-adakan, karena perkara yang diada-adakan (dalam Dien) adalah sesat.” [Hilyatul Awliyaa’, 1/233]
Ibnu Abbas –semoga Allah meridlainya- berkata:
“Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah dan istiqamah, ikutilah (Sunnah Nabi) jangan berbuat kebid’ahan.” [Diriwayatkan oleh ad-Daarimi]
Hudzaifah bin al-Yaman –semoga Allah meridlainya- berkata:
{ كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فَإِنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ }
“Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para Sahabat Rasulullah [ﷺ], janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai para pembaca al-Qur’an (orang-orang alim dan yang suka beribadah) dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah]
📚[Disalin dari Draft Buku “40 Hadits Pegangan Hidup Muslim (Syarh Arbain an-Nawawiyah)”]
—(▴) Catatan: (▴)—
[¹] Maksudnya, sedikit amalan namun di atas Sunnah (sesuai bimbingan Nabi) lebih baik dibandingkan banyak beramal dan bersungguh-sungguh, namun di atas kebid’ahan.
Url: http://bit.ly/Fw401110 { Judul dari Admin }
📮••••|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Sumber: Salafy•Or•Id { http://bit.ly/2JGTfRQ } - Penulis: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
═══
♻ Silakan disebarluaskan
Kamis, 18 Juli 2019
DOA SAAT KELUAR RUMAH YANG SUDAH BANYAK DILUPAKAN ORANG PADAHAL AMAT BESAR FADHILAHNYA
بسم الله الرحمن الرحيم
DOA SAAT KELUAR RUMAH YANG SUDAH BANYAK DILUPAKAN ORANG PADAHAL AMAT BESAR FADHILAHNYA
Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah
Anas Bin Malik radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إذا خرج الرجلُ مِنْ بيتِهِ فقال: بسمِ اللهِ ، توكلتُ على اللهِ ، لا حولَ ولا قوةَ إلا باللهِ ، قال: يقالُ حينئذٍ: هُدِيتَ ، وكُفيتَ ، ووقيتَ ، فتَتنحَّى لهُ الشياطينُ ، فيقولُ لهُ شيطانٌ آخرُ : كيفَ لكَ برجلٍ قدْ هُدِيَ ، وكُفِيَ ، ووُقِيَ
"Jika seseorang keluar dari rumahnya, lantas dia mengucapkan Bismillahi tawakkaltu 'ala Allah, laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu, "Engkau akan diberi petunjuk dicukupkan dan dijaga. Setanpun akan menyingkir jauh darinya". Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan” [HR. Tirmidzi no.3426, Abu Dawud no.5095, Ibnu Hibban no.882, Nasa'i no.9837, Baihaqi no.9555, Ibnu Suni no.179 dan lain-lain.]
Kata al Hafizh rahimahullah dalam Tasdiidul Quus I:336: "إسناده صحيح" (sanadnya shahih). Kata 'Abdul Haq al Isybili rahimahullqh dalam Ahkam as Shughra 888: "صحيح الإسناد". Kata al Mundziri rahimahullah dalam At Targhib wa at Tarhib II:379 "لا ينزل عن درجة الحسن وقد يكون على شرط الصحيحين أو أحدهما". (Tidak kurang dari hasan, bahkan hadits ini atas syarat shahih Bukhari Muslim atau salah satu diantaranya). Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami' 499, Shahih at Targhib 1605, dan Shahih Abu Dawud 5095: "صحيح".
Penjelasan ringkas
Pada hadits di atas ditegaskan bahwa orang yang saat keluar dari rumahnya membaca do’a tersebut, maka dikatakan ketika itu "Engkau akan diberi petunjuk…..“
Tentang siapa yang akan mengatakan kalimat tersebut, maka menurut para Ulama itu adalah ucapan Malaikat. Hal ini diantaranya Al Mubarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul Ahwadzi (IX:271).
Perhatikan betapa besarnya fadhilah membaca doa saat keluar rumah ini, sayangnya doa ini sering kita lalaikan. Allahul Musta’an..
Ajarkanlah doa ini juga pada anak-anak kita.
Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.
♻ Silahkan disebarluaskan
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim]
*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَه إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ
Penyusun: Hendra Ibni Bahrayni
DOA SAAT KELUAR RUMAH YANG SUDAH BANYAK DILUPAKAN ORANG PADAHAL AMAT BESAR FADHILAHNYA
Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah
Anas Bin Malik radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إذا خرج الرجلُ مِنْ بيتِهِ فقال: بسمِ اللهِ ، توكلتُ على اللهِ ، لا حولَ ولا قوةَ إلا باللهِ ، قال: يقالُ حينئذٍ: هُدِيتَ ، وكُفيتَ ، ووقيتَ ، فتَتنحَّى لهُ الشياطينُ ، فيقولُ لهُ شيطانٌ آخرُ : كيفَ لكَ برجلٍ قدْ هُدِيَ ، وكُفِيَ ، ووُقِيَ
"Jika seseorang keluar dari rumahnya, lantas dia mengucapkan Bismillahi tawakkaltu 'ala Allah, laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu, "Engkau akan diberi petunjuk dicukupkan dan dijaga. Setanpun akan menyingkir jauh darinya". Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan” [HR. Tirmidzi no.3426, Abu Dawud no.5095, Ibnu Hibban no.882, Nasa'i no.9837, Baihaqi no.9555, Ibnu Suni no.179 dan lain-lain.]
Kata al Hafizh rahimahullah dalam Tasdiidul Quus I:336: "إسناده صحيح" (sanadnya shahih). Kata 'Abdul Haq al Isybili rahimahullqh dalam Ahkam as Shughra 888: "صحيح الإسناد". Kata al Mundziri rahimahullah dalam At Targhib wa at Tarhib II:379 "لا ينزل عن درجة الحسن وقد يكون على شرط الصحيحين أو أحدهما". (Tidak kurang dari hasan, bahkan hadits ini atas syarat shahih Bukhari Muslim atau salah satu diantaranya). Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami' 499, Shahih at Targhib 1605, dan Shahih Abu Dawud 5095: "صحيح".
Penjelasan ringkas
Pada hadits di atas ditegaskan bahwa orang yang saat keluar dari rumahnya membaca do’a tersebut, maka dikatakan ketika itu "Engkau akan diberi petunjuk…..“
Tentang siapa yang akan mengatakan kalimat tersebut, maka menurut para Ulama itu adalah ucapan Malaikat. Hal ini diantaranya Al Mubarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul Ahwadzi (IX:271).
Perhatikan betapa besarnya fadhilah membaca doa saat keluar rumah ini, sayangnya doa ini sering kita lalaikan. Allahul Musta’an..
Ajarkanlah doa ini juga pada anak-anak kita.
Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.
♻ Silahkan disebarluaskan
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim]
*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَه إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ
Penyusun: Hendra Ibni Bahrayni
Rabu, 17 Juli 2019
suamimu Tak seburuk FIR'AUN
بسم الله الرحمن الرحيم
Wahai kaum wanita, saat ini anda bisa saja berkata: ‘nasib oh nasib, punya laki kayak gini.. mimpi buruk apa ya aku dulu..?’
‘Udah duitnya seret, ngomel terus, mana ndak cakep, kentutnya bau lagi..’
Wahai kaum istri, keep calm please..
Coba untuk sejenak anda menjawab pertanyaan berikut:
Siapa yang lebih buruk, suamimu atau Fir’aun ?
Namun demikian sejelek apapun Fir’aun ternyata tidak menghalangi istrinya yaitu Asiyah bintu Muzahim menjadi wanita penghuni surga. Bahkan kisah dan ketegaran batinnya diabadikan dalam Al Qur’an.
{ وَضَرَبَ اللَّه مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَة فِرْعَوْن إِذْ قَالَتْ رَبّ ابْن لِي عِنْدك بَيْتًا فِي الْجَنَّة }
“Dan Allah membuat isteri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Robbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim.” ( QS: At Tahrim 11)
Percayalah saudari, kalau anda mendambakan kebahagiaan, percayalah bahwa kebahagian itu hanya Allah yang punya, bila anda beriman dengan baik, pasti anda bahagia, sebagaimana Asiyah bintu Muzahim bisa tetap berbahagia walau suaminya adalah manusia paling jahat di dunia.
Saudariku ! Selama anda mengharapkan kebahagiaan dari suami anda niscaya anda kecewa dan menderita.
Namun setiap kali anda fokus menunaikan tugas dan kewajiban anda sebagai istri, sedangkan hak dan kebahagian hidup anda, hanya anda pinta kepada Allah Yang Maha Kuasa, niscaya anda bahagia, siapapun suami anda.
Bila anda berkata: ‘kok bisa ya wanita sholehah dinikahi lelaki jahat seperti itu ?’
Ya.. untuk membuktikan dan menguji kekuatan iman Asiyah bintu Muzahim, karena kalau tanpa ujian, niscaya kesempurnaan iman beliau tidak terbukti.
Terlebih bagi saya dan juga anda, sehingga bisa jadi anda akan bertanya: ‘apa hebatnya dia sehingga kita dianjurkan meneladaninya dan dia dimasukkan ke dalam surga ?’
Nabi Muhammad Shollallahu ’alaihi wasallam bersabda :
“إن عظم الجزاء مع عظم البلاء ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا، ومن سخط فله السخط ” حسنه الترمذي.
“Sesungguhnya besarnya pahala itu setimpal dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya.
Barang siapa yang ridho dengan ujian itu maka baginya keridhoan Allah, dan barang siapa yang marah/benci kepada ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allah” (Hadits Riwayat Imam At Tirmizi)
Jadi suamimu kayak gitu.. karena Allah sayang kepadamu, agar engkau bisa berjiwa besar, dan dapat pahala besar.
Selamat mencoba, semoga bahagia selalu bersamanya.
📝 Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعالى
🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu
#copas
JIKA MAMPU, TERUSLAH HADIR DALAM TIAP MAJELIS ILMU
JIKA MAMPU, TERUSLAH HADIR DALAM TIAP MAJELIS ILMU
'Abdullah bin Mubarak adalah salah satu tokoh salaf yang sangat tersohor. Unggul dalam hal ilmu, amal, jihad, infak, dan lain-lain. Nu'aim bin Hammad rahimahullah pernah berkata tentang beliau,
ما رأيت أعقل من ابن المبارك، ولا أكثَرَ اجتهادًا في العبادة
"Aku tidak pernah melihat orang yang lebih pandai dan lebih bersemangat dalam urusan ibadah, melebihi Ibnul Mubarak." (As-Siyar, 8/405)
Dalam kondisi beliau telah menjadi ulama besar, tidak pernah beliau melewatkan satu majelis ilmu pun di saat mampu dan tidak berhalangan.
Abu Khirasy pernah bertanya pada 'Abdullah bin Mubarak perihal ini, "Wahai Abu 'Abdirrahman, sampai kapan Anda akan terus menuntut ilmu?"
لعل الكلمة التي فيها نجاتي لم أسمعها بعد
"Barang kali ada sebuah kalimat yang menjadi sumber keselamatanku, dan aku belum mendengarnya." (Tarikh Dimasyq, 32/409)
Dalam dan mengena. Semoga kita diberi taufik untuk menerapkannya.
✍ Ustadz Hari Ahadi حفظه الله
Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
♻ Silakan disebarluaskan

'Abdullah bin Mubarak adalah salah satu tokoh salaf yang sangat tersohor. Unggul dalam hal ilmu, amal, jihad, infak, dan lain-lain. Nu'aim bin Hammad rahimahullah pernah berkata tentang beliau,
ما رأيت أعقل من ابن المبارك، ولا أكثَرَ اجتهادًا في العبادة
"Aku tidak pernah melihat orang yang lebih pandai dan lebih bersemangat dalam urusan ibadah, melebihi Ibnul Mubarak." (As-Siyar, 8/405)
Dalam kondisi beliau telah menjadi ulama besar, tidak pernah beliau melewatkan satu majelis ilmu pun di saat mampu dan tidak berhalangan.
Abu Khirasy pernah bertanya pada 'Abdullah bin Mubarak perihal ini, "Wahai Abu 'Abdirrahman, sampai kapan Anda akan terus menuntut ilmu?"
لعل الكلمة التي فيها نجاتي لم أسمعها بعد
"Barang kali ada sebuah kalimat yang menjadi sumber keselamatanku, dan aku belum mendengarnya." (Tarikh Dimasyq, 32/409)
Dalam dan mengena. Semoga kita diberi taufik untuk menerapkannya.
✍ Ustadz Hari Ahadi حفظه الله
Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
♻ Silakan disebarluaskan

Senin, 15 Juli 2019
MANHAJ DI DALAM BERAGAMA
Bismillah
MANHAJ DIDALAM BERAGAMA
Judul asli: Pentingnya Sikap Ilmiah dalam Beragama.
16 July 2019
Agama Islam ini dibangun di atas ilmu. Beragama itu dengan ilmu, bukan dengan perasaan, bukan dengan sekedar “pendapat terbanyak”, bukan dengan wangsit & mimpi, bukan juga dengan sekedar warisan adat turun-temurun.
Muhammad bin Sirin berkata,
ﺇﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺩﻳﻦ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﻋﻤﻦ ﺗﺄﺧﺬﻭﻥ ﺩﻳﻨﻜﻢ
”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian.” [Muqaddimah Shahih Muslim]
Agama Islam adalah agama yang ilmiah. Contohnya adalah dalam dunia akademis, seseorang harus mencantumkan jurnal dan sumber ilmiah dari nukilan yang kami sebutkan. Apabila tidak, tentu nilai ilmiahnya tidak akan sempurna atau bahkan diragukan kebenarannya. Dalam ajaran Islam pun demikian, kita diajarkan bersikap ilmiah agar tidak semata-mata berpendapat sendiri tanpa ada sumber rujukan yang jelas, bahkan dalam masalah kontemporer sekalipun harus ada sumber ilmiah yang dijadikan rujukan. Menyampaikan suatu pendapat tanpa ada rujukan sebelumnya akan mengurangi keilmiahan hal tersebut.
Perhatikan perkataan Imam Ahmad berikut:
إيَّاكَ أنْ تتكلمَ في مسألةٍ ليسَ لكَ فيها إمامٌ
“Berhati-hatilah berkata dalam satu permasalahan yang engkau tidak memiliki pendahulunya.” [Siyaru A’laamin-Nubalaa’, 11/296].
Contoh lainnya lagi adalah adanya ilmu sanad dalam agama Islam. Ilmu sanad ini sangat ilmiah, kita bisa mengecek keilmiahan suatu pendapat dari ilmu sanad ini.
Abdullah bin Mubarak berkata,
إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada ilmu Isnad, pasti siapaun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [HR. Muslim]
Sofyan Ats-Tsauri berkata:
الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل
“Sanad adalah senjatanya orang-orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, lalu dengan apa mereka berperang?” [Jami Al-Ushul hal 109]
Masih sangat banyak contoh bahwa Islam adalah agama yang ilmiah dan menjunjung tinggi ilmu. Sikap keilmiahan ini hanya bisa didapat dengan menuntut ilmu. Agama Islam mendorong kita untuk selalu berilmu, mempelajari hal yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Allah mengangkat derajat orang yang berilmu. Allah berfirman,
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)
Allah juga menegaskan bahwa tentu tidak sama antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Allah berfirman,
Allah Ta’ala berfirman
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ
“Apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran.”(QS. Az-Zumar: 9)
Semoga kita selalu bisa menumbuhkan sikap ilmiah dalam beragama agar kita bisa selamat dunia dan akhirat.
@ Lombok, Pulau seribu Masjid
Penyusun: Dr. Raehanul Bahraen hafidzahullah
Sumber: https://muslim.or.id/47683-ilmiah-dalam-beragama.html
Langganan:
Postingan (Atom)





